Dilihat: 11 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 08-05-2024 Asal: Lokasi
BALTIMORE, MD – Marketwired – 20 Agustus 2013 – Goldman Small Cap Research, sebuah firma riset pasar saham yang berfokus pada sektor kapitalisasi kecil dan mikro, mencatat bahwa sebuah studi penelitian yang diterbitkan oleh sejumlah ilmuwan di Italia menunjukkan bahwa kebijakan ramah lingkungan ekstrak teh memang memiliki dampak positif dalam mengobati malaria, secara in vitro. Meskipun penelitian ini mendahului penelitian malaria Plandaí Biotechnology, Inc. (OTCQB: PLPL) baru-baru ini, namun penelitian ini mendukung serangkaian pengujian Perusahaan hingga saat ini yang menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau menunjukkan efek antimalaria.
Dalam penelitian yang berbasis di Italia, para ilmuwan menemukan bahwa '…ekstrak kasar teh hijau serta dua kandungan utamanya, epigallocationchin-3-gallate (EGCG) dan epicatechin gallate (ECG), sangat menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum secara in vitro. Kedua katekin ini terbukti meningkatkan efek antimalaria artemisinin (obat utama malaria) tanpa mengganggu jalur folat.' Selain itu, pengujian menunjukkan bahwa kombinasi tersebut artemisinin dan katekin teh hijau menunjukkan efek gabungan yang kuat.
Menariknya, meskipun dalam penelitian sebelumnya Plandaí mengkonfirmasi efek yang sama, dalam pengujian terbarunya, Perusahaan baru-baru ini mengumumkan hasil luar biasa dari pengujian in vitro putaran kedua terhadap Phytofare™ Catechin Complex, yang digunakan untuk membunuh parasit malaria plasmodium falciparum. Hasil penyelidikan independen ini mengkonfirmasi kemanjuran dua belas kali lebih besar dalam membunuh parasit. Perlu dicatat bahwa dalam putaran ini Perusahaan memilih untuk menggunakan kompleks Phytofare™ yang lengkap dan bukan hanya katekin EGCG (Epigallocationchin Gallate) terisolasi yang digunakan dalam penelitian sebelumnya.
Karena malaria bukanlah penyakit yang menyerang masyarakat di sebagian besar negara-negara Barat, banyak orang tidak menyadari jangkauan penyakit mematikan ini yang berpotensi berdampak pada ratusan juta orang dan membunuh 600.000 orang di benua Afrika saja. Hasilnya, keberhasilan dalam mengembangkan ekstrak tumbuhan komersial yang sangat efektif untuk mengobati malaria merupakan peluang yang sangat menguntungkan dan terapeutik bagi Plandaí.
Untuk mencapai tujuan tersebut, manajemen berencana untuk menyelesaikan sistem pengiriman komersial dengan merangkum Phytofare™ Catechin Complex ke dalam sistem pengiriman nano yang diharapkan dapat memberikan peningkatan penyerapan dan perlindungan terhadap metabolisme usus, sehingga Phytofare™ tetap terlindungi dan utuh hingga mencapai aliran darah.
Selain itu, penyelidikan ilmiah independen lebih lanjut terhadap Phytofare™ Catechin Complex, dikombinasikan dengan arteseminin yang juga telah diproses menjadi ekstrak Phytofare™, akan dilakukan baik secara in vitro maupun pada model tikus untuk memvalidasi ekstrak tersebut untuk konsumsi oral sebagai target obat antimalaria. Sambil menunggu hasil yang menguntungkan, perusahaan akan meminta persetujuan untuk memulai uji klinis Tahap II pada manusia.
Tentang Goldman Small Cap Research: Dipimpin oleh mantan analis Piper Jaffray dan manajer reksa dana Rob Goldman, Goldman Small Cap Research menghasilkan laporan penelitian saham berkapitalisasi kecil dan mikro, artikel, blog pasar saham harian, dan buletin investasi populer yang disponsori dan tidak disponsori.
Laporan Goldman Small Cap Research tidak dimaksudkan sebagai penawaran, rekomendasi, atau ajakan penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas yang disebutkan atau dibahas. Harap baca pengungkapan lengkap laporan dan latar belakang analis di situs web kami sebelum berinvestasi. Baik Goldman Small Cap Research maupun induknya bukanlah penasihat investasi terdaftar atau broker-dealer di FINRA atau agensi lainnya.
Tentang Plandai Biotechnology, Inc. (OTCQB: PLPL): Plandai Biotechnology, Inc. dan anak perusahaannya mengembangkan ekstrak kaya fitonutrien yang sangat tersedia secara hayati, yang digunakan untuk menghasilkan rangkaian obat baru yang dapat mengobati berbagai penyakit dan kondisi dengan aman dan terjangkau. Plandai Biotechnology mengendalikan setiap aspek proses, mulai dari menanam bahan mentah di pertaniannya di Afrika Selatan, hingga memproduksi ekstrak Phytofare™ yang telah dipatenkan secara internal, sehingga Perusahaan dapat menjamin kesinambungan pasokan serta pengendalian kualitas secara keseluruhan.